Cara Pengendalian Penyakit Keriting Daun ( Thrips ) pada Tanaman Cabai

Pengendalian Penyakit Keriting Daun ( Thrips ) pada Tanaman Cabai

Penyakit keriting daun pada tanaman cabai telah menyebabkan kerugian yang sangat besar bagi petani, karena tanaman cabai yang terserang virus akan merusak klorofil daun dan berakibat pada terganggunya pertumbuhan dan menurunnya produksi bahkan tanaman akan mati secara perlahan.

Apalagi dengan pemakaian pupuk organik Nasa dan pestisida organik Nasa yang mana sudah banyak para petani cabai yang membuktikan bahwa mampu menahan penyebaran hama thrips pada tanaman cabai.

Penyakit keriting daun pada tanaman cabai diawali oleh hama thrips yaitu :

  1. kutu / serangga berwarna putih. 
  2. panjang tubuh lebih kurang 1 mm. 
  3. serangga ini tergolong kecil namun dapat dilihat dengan mata telanjang. 
  4. hama ini pemangsa segala jenis tanaman.
Kutu menyerang tanaman muda secara bergerombol, daun yang terserang akan mengerut dan melingkar, cairan manis yang dikeluarkan kutut membuat semut dan embun jelaga berdatangan. Embun jelaga warna hitam sering menandakan serangan kutu thrips sedeng berlansung. Pengendalian kutu thrips dapat dilakukan dengan furadan 3G dengan dosis 60 – 90 kg / ha atau sekitar 2 sendok makan / 10 m bujur sangkar area.
 

Gejala serangan hama Thrips / kutu putih
  1. Adanya strip – strips pada daun dan berwarna keperakan seperti noda akibat dimakan kutu thrips, kemudian warna tersebut berubah menjadi coklat muda. 
  2. Adanya kutu thrips pada bagian bawah daun dan mudah terlihat disaat pagi hari atau sebelum terik hari, kutu thrips pada saat terik hari akan sembunyi disela – sela daun sehingga kurang terlihat.
     Hama kutu thrips merupakan sebagai carrier atau pembawa virus yang menyebabkan penyakit keriting daun pada tanaman cabai, apabila tanaman telah terserang virus yang dibawa oleh kutu thrips maka penanggulangan akan sulit karena tidak ada obat kimia yang dapat mengatasi, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mencabut batang dan dimusnahkan dengan cara dibakar.
 

Gejala serangan virus yang di bawa kutu thrips
  1. Bercak kuning diatas permukaan daun, perlahan meluas hingga seluruh permukaan daun menguning. 
  2. Bentuk daun menjadi lebih kecil dari ukuran normal. 
  3. Daun melengkung dan kaku. 
  4. Daun terlihat keriting. 
  5. Setelah kuning daun sebagian besar rontok. 
  6. Dibawah permukaan daun terdapat hama / kutu berwarna putih. 
  7. Daun tanaman cabai menguning,keriting dan kerdil akibat penyakit keriting daun.
Pengendalian secara kultur teknis

    Dapat dilakukan dengan pergiliran tanaman atau tidak menanam   cabai secara bertahap sepanjang musim.

Pengendalian dan pencegahan menggunakan Produk Nasa

  1. Penggunakan Produk Nasa yang berupa Natural Glio yang telah di fermentasikan dengan pupuk kandang dari sebelum tanam. 
  2. Olah tanah yang baik dari tanaman sebelum tanam dengan menggunakan Produk Organik Nasa + pupuk kimia yang biasa di pakai sampai tanaman selesai panen. 
  3. Adapun pupuk Organik Nasa yang di pakai adalah POC NASA + SUPERNASA + HORMONIK. 
  4. Pemakaian Produk Nasa yang berupa Power Nutrition setelah panen cabai kedua. 
  5. Penyemprotan Pestisida organik Nasa yang berupa Pestona,pentana dan Aero-810 dari awal tanam sampai panen.Dengan interval 7 – 10 hari sekali.

Apabila tanaman cabai sudah terkena serangan Thirps yang cukup parah bisa menggunakan pestisida kimia.




Masukkan email anda dibawah ini dan dapatkan update informasi dari kami langsung di email anda:

0 Response to "Cara Pengendalian Penyakit Keriting Daun ( Thrips ) pada Tanaman Cabai"

Posting Komentar