My Widget

header ads

Hama Wereng Yang Petani Harus Ketahui

Hama Wereng Yang Petani Harus Ketahui
Gambar Wereng : http://jogjatani.16mb.com
Seputar Padi - Wereng batang coklat (WBC) selain berperan sebagai hama yang merusak secara langsung tanaman padi dengan mengisap cairan tanaman, juga merupakan vektor penular penyakit virus kerdil rumput dan kerdil hampa. 

Akibat serangan hama WBC sangat dirasakan karena menimbulkan kerugian yang cukup besar dan juga sulit dikendalikan. WBC dianggap sebagai hama utama tanaman padi, karena merupakan hama yang mampu beradaptasi dengan cepat pada berbagai lingkungan. 

Hal ini terbukti WBC mampu membentuk biotipe atau populasi baru yang mampu mengatasi sifat ketahanan tanaman dan resisten terhadap insektisida dalam waktu yang cukup singkat.  
Sifat ini menyebabkan sering timbul ledakan populasi yang mengakibatkan menurunnya produksi padi nasional secara drastis.

BIOLOGI WERENG BATANG COKLAT

  • Wereng batang coklat (WBC) berkembang biak sangat cepat.
  • Serangga dewasa mampu menghasilkan sampai 600 butir telor. 
  • Siklus hidup sekitar 28 hari, stadium telur sekitar 8 hari, nimfa 18 hari, dewasa sekitar 10 hari. 
  • Laju perkembang biakan pada varietas rentan pada lingkungan yang optimum dalam satu musim tanam dapat mencapai 500 kali dari populasi generasi awal.  
  • Nimfa  mengalami lima kali pergantian kulit (instar), dan dapat berkembang menjadi dua bentuk wereng dewasa yaitu bentuk bersayap panjang (makroptera) dan bersayap pendek (brahiptera). 
  • Munculnya  makroptera umumnya terjadi pada kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan yaitu pada kepadatan populasi yang tinggi dengan makanan yang kurang mencukupi. 
  • Adanya wereng bentuk makroptera merupakan penyesuaian untuk migrasi karena kepadatan populasi yang tinggi dan kurangnya makanan. 
  • Wereng batang coklat menyerang tanaman pada bagian batang atau pelepah daun padi pada semua fase pertumbuhan tanaman.

PENYEBAB TIMBULNYA SERANGAN WERENG COKLAT

  • Pada kondisi lingkungan yang cocok (varietas padi rentan dan iklim yang mendukung), WBC berkembang biak sangat cepat dan sangat tinggi
  • Penanaman varietas yang rentan dan pola tanam yang tidak teratur (tanam tidak serempak), sangat memicu perkembangan dan penyebaran WBC
  • Penggunaan insektisida yang tidak bijaksana, tidak memenuhi enam tepat (T) (tepat jenis, konsentrasi, dosis, volume semprot, cara, waktu dan sasaran), menyebabkan wereng menjadi kebal dan terbunuhnya musuh alami sehingga  wereng cepat berkembang
  • Tidak dilakukannya monitoring atau pemantauan populasi secara rutin sehingga tindakan pengendalian terlambat dilakukan
GEJALA SERANGAN WERENG COKLAT 
  • Akibat serangan WBC, daun dan batang tanaman menjadi berwarna kuning, kemudian berwarna coklat, dan akhirnya seluruh tanaman mengering seperti disiram air panas (hopperburn)
  • WBC menyerang padi
  • WBC juga dapat menularkan penyakit virus kerdil hampa dan kerdil rumput
  • Tanaman yang terkena virus kerdil hampa menjadi kerdil, bagian daun seperti terpuntir, pendek, kaku dan berlekuk-lekuk, anakan bercabang dan malai hampa.
  • Tanaman yang terkena virus kerdil rumput menjadi kerdil, beranakan banyak, daun menjadi pendek dan tidak keluar malai

Posting Komentar

0 Komentar